Jangan Salah Rumus !.. Menghitung Modal dan Balik Modal Usaha Anda

Panduan Bisnis Online

Bisnis Anda adalah sejumlah uang yang Anda investasikan dan menunggunya kapan uang itu kembali … dan bertambah

Sebelum kita ngobrol tentang bagaimana Anda juga bisa menjalankan usaha Anda lewat online atau pemasaran di internet   , kali ini kita akan diskusi tentang menghitung balik modal ..

Oh iya sebelumnya , sedikit cerita tentang cara menghitung modal buat Anda yang belum mengetahuinya .. bila Anda sudah tahu , Anda bisa melewati bagian ini :

Langsung ke Rumus Balik Modal .. 

Secara sederhana , ketika Anda akan memulai usaha Anda pasti akan memperkirakan berapa modal yang tepat yang dibutuhkan untuk usaha yang ada di angan Anda ..

Rumus Menghitung Modal Usaha :

Modal Usaha = Pengadaan Asset + Barang Kulakan + Operasional Bulanan

Modal mudahnya terbagi dalam 3 golongan :

Pertama , Modal Pengadaan Barang Asset

( Modal Investasi )

Maksudnya , investasi modal pada pengadaan barang untuk kebutuhan jangka panjang.

Misal : beli gedung , sewa gudang , beli alat produksi , dan sebagainya . Biasanya barang dalam kategori ini punya masa pemakaian lama dan perlu di hitung juga penyusutannya dari waktu ke waktu ( bisa tahunan ) ..

Contoh : 
Anda akan memulai usaha baju dengan membeli alat produksi , berupa : 
Mesin jahit : Rp 500.000
Meja : Rp 300.000
Kursi : Rp 200.000
SubTotal Pengadaan : 1.000.000

Kedua, Modal Barang Dagangan

( Modal Kerja )

Maksudnya, inilah yang biasa dibilang , barang kulakan atau kalau Anda di bidang produksi merupakan bahan baku yang di olah 

Anda akan menemukan barang ini pada supplier Anda
Contoh : 
Belanja bahan baku ,  kain dan benang di pasar besar 
Untuk produksi 20 baju dengan biaya produksi per baju Rp 50.000,-
SubTotal Kulakan Bahan Baku : 20 @ Rp 50.000 = Rp 1.000.000,-

Ketiga, Modal Operasional Bulanan

( Biaya SDM + Akomodasi )

Operasional adalah konsekuensi dari laba usaha . Modal agar bertambah atau menjadi laba maka perlu ada kegiatan usaha seperti produksi atau berjualan 

Contoh : 
Gaji penjahit : 200.000
Listrik + Air : 200.000
Konsumsi : 100.000
SubTotal Operasional = Rp500.000

Jadi, Modal Usaha Anda =  Rp 1.000.000 + Rp 1.000.000 + Rp 500.000
                                                     = Rp 2.500.000

Namun , jarang sekali bicara bisnis hanya akan di awali dengan satu bulan saja . 
Seringkali uji coba bisnis kecil start dari operasional  3 bulan pertama dulu , namun ini tetaplah opsional sesuai dengan keinginan para pebisnisnya .. 

Misal, modal usaha selama 3 bulan pertama , maka akan dihitung beban operasionalnya saja selama 3 bulan lamanya .  Bahan baku boleh ber variasi .. tetap atau bertambah .. 

Modal Awal 3 Bulan = Rp 1.000.000 + Rp1.000.000 + ( 3 * 500.000 )

                                            =  Rp 3.500.000

nah, itulah cara menghitung modal , semoga membantu … 

Kembali , ke balik modal ….

Terus, apa untungnya bicara balik modal ?

Nah, keuntungan analisa balik modal adalah untuk mengetahui kapan usaha Anda mengalami titik impas . 

Sebelum usaha Anda mengalami profit, maka usaha Anda akan melewati masa titik impas dulu dengan biaya – biaya yang sudah Anda keluarkan ..

Ya betul , masa titik impas !

Something serius , sebelum usaha kita profit tiap bulannya ..

Sederhananya , faktor – faktor untuk balik modal usaha Anda adalah  :

  1.  Modal yang Anda tanam
  2. Biaya Tetap bulanannya
  3. Biaya Variabel / biaya produksi per unit barangnya

Sebelum melakukan analisa break even point ( BEP )  kita perlu mengetahui konsep atau pengertian mengenai : total biaya (total cost) , biaya tetap ( fixed cost ) dan biaya yang berubah – ubah ( variabel cost) .

Formulanya adalah sebagai berikut :

\[\text {Total Biaya  = Biaya Tetap + Biaya Variabel }\]

Di mana  :
TC adalah total cost atau total biaya.
 FC ( fix costs )  atau biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah, berapapun produk yang dihasilkan, yang juga dikenal dengan istilah biaya tidak langsung. 

VC (variabel cost) atau Biaya variabel adalah biaya yang berubah – ubah tergantung pada jumlah output yang dihasilkan yang juga disebut dengan biaya langsung (direct costs ). Kalau dagang umumnya disebut  biaya kulakan . Kalau produksi , umumnya berupa biaya bahan baku

Rumus Balik Modal Usaha :

Rumus titik impas ( bahasa Jawa : pekpok ) , ada 2 , yakni dalam bentuk jumlah barang dan dalam bentuk rupiah :

\[ BEP unit ( items / pcs ) = \frac {Total Biaya Tetap}{ Harga Jual/PCS – Biaya Produksi/PCS }  \]\[BEP rupiah  = \frac {Total Biaya Tetap}{ 1 – \frac{Biaya Variabel/pcs }{Harga Jual/pcs}} \]

Sekilas rumit , namun nanti akan ada simulasinya ..

Dan, balik modal dalam setiap bisnis dapat dikembalikan dalam jangka waktu yang berbeda-beda. Tergantung bagaimana caranya Anda menghitung langkah-langkah dengan benar dan tepat. Bagaimana cara menghitungnya ?

yuk, kita mulai .. menghitung balik modal

Perkiraan Modal 

Misal, modal yang akan Anda tanam sebesar Rp 1.000.000.
Bagaimana cara Anda bisa menumbuhkan modal Anda sehingga bertambah atau menjadi profit ?
Tentu saja dengan berjualan .
Bayangkan Anda akan menjual barang  -apapun itu ,  dan biaya tetap yang direncanakan sebesar Rp 300.000 , saja

Perkiraan Pengeluaran Produksi

Lakukan dengan rumus:

HPP atau harga pokok produksi
Misal :
Modal =  1.000.000 ,
perkiraan produksi barang = 20 buah
\[HPP = \frac {Modal}{Jumlah Barang} \\
HPP = \frac {100.000}{20} = 50.000 / buah \]

Perhitungan Laba Barang

Laba berapa yang diinginkan =  20%  x HPP
\[ Laba = 20\%  \times HPP \\ Laba = 20\%  \times  50.000 = 10.000 \]

Harga jual = 50.000 + 10.000 = 60.000 / buah

Perhitungan BEP (Break Event Point)

Jumlah minimal barang yang harus dijual =
\[ \text { Jumlah minimal barang yg terjual = }\frac {Total Biaya Tetap}{ Harga Jual/PCS – Biaya Produksi/PCS }  \\ \\
\text { Jumlah minimal barang yg terjual = }\frac {300.000}{ 60.000 – 50.000 } = \frac {300.000}{ 10.000 } \\
\text { Jumlah minimal barang yg terjual = 30 buah }   \\
\]
Jadi , jumlah minimal barang terjual agar impas dengan operasional bulanan Anda adalah sebanyak 30 buah . Untuk mencapai profit usaha Anda harus menjual lebih dari 30 buah

Bagi yang masih pemula, menghitungnya mungkin terasa agak menyulitkan. Namun, jika sudah terbiasa dijamin akan sangat mudah menghitungnya.

Semoga menambah manfaat atau ada opini lain , silahkan .. 🙂

About Isnainy Nasrullah

Praktisi bisnis online, web developer, dan partner UKM - Go Digital . Membantu Anda untuk skema digital marketing dan menyenangi simple manajemen di UMKM. WA : 0812-23290202

View all posts by Isnainy Nasrullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *