Cara Menilai Kinerja Karyawan Paling Efektif, Anda Harus Tahu

Dalam mengembangkan usaha, baik skala kecil, menengah, atau besar, Anda perlu mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk cara menilai kinerja karyawan secara efektif. Soalnya, hal ini berdampak pada tingkat produktivitas usaha, ya.

Sayangnya, penilaian kerap dilakukan secara asal-asalan sehingga menurunkan pencapaian, sebab terjadi penurunan motivasi akibat penilaian yang kurang objektif. Dengan demikian penilaian kinerja karyawan menjadi hal penting yang sebaiknya diperhatikan.

Lantas apa yang dimaksud dengan penilaian kinerja karyawan? Secara umum hal ini didefinisikan sebagai cara menilai prestasi karyawan untuk mengetahui tingkat produktivitas demi kepentingan usaha. Tujuannya untuk memperbesar kesempatan mencapai target usaha dari tahun ke tahun secara terstruktur.

Pelajari Cara Menilai Kinerja Karyawan untuk Meningkatkan Produktivitas

Nah, sebelum mempelajari cara penilaian kinerja karyawan untuk kepentingan usaha, Anda perlu memahami perihal kriteria penilaian, lho. Hayo, kira-kira apa kamu pernah memikirkan kriteria ini sebelumnya?

Sebenarnya, kriteria yang dimaksud meliputi tingkat produktivitas, tingkat motivasi, hubungan sosial, dan lain-lain. Semua dinilai secara fair dan objektif sesuai buku Tips and Tricks for Driving Productivity: Strategi dan Teknik Mengelola Kinerja untuk Meningkatkan Produktivitas.

Dalam buku tersebut, fair diartikan sebagai standar yang disepakati sebuah usaha, sedangkan objektif merupakan nilai-nilai yang diberikan sesuai tingkat pencapaian karyawan.

Namun, penilaian yang fair dan objektif tetap membutuhkan manajemen, khususnya dalam cara penilaian kinerja karyawan. Oleh karena itu, Anda, sebagai pemilik usaha perlu membaca artikel ini sampai tuntas.

Mempersiapkan Data-Data Penilaian yang Dibutuhkan

Yap, cara penilaian kinerja yang pertama ialah dengan mempersiapkan data-data penilaian yang dibutuhkan. Kalau tanpa data, Anda tidak dapat melakukan penilaian secara fair dan objektif.

Pastikan Anda mempunyai data-data aktual, seperti hasil bimbingan terakhir, laporan, catatan, dan data-data lainnya. Pastikan data-data tersebut memuat kinerja positif dan negatif karyawan, ya.

Untuk meningkatkan efektivitas penilaian, sebaiknya juga mengumpulkan data-data tersebut sesuai nama. Mungkin hal ini terkesan ribet, apalagi jika Anda mempunyai puluhan sampai ratusan karyawan.

Oleh karena itu, cobalah untuk memakai teknologi terbaru, seperti software penilaian kinerja karyawan untuk memudahkan pekerjaan. Dengan demikian, Anda dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya.

Membuat Draf Penilaian Sementara Berdasarkan Data-Data yang Dimiliki

Nah, data-data yang ditata dapat dipakai sebagai acuan penilaian dan memberikan umpan balik. Keduanya layak disebut sebagai draf penilaian sementara.

Namun jangan menilai secara serampangan, sebab draf penilaian sementara berperan pada penilaian lanjutan. Jadi, Anda harus membuatnya dengan baik sebagai cara menilai kinerja karyawan yang paling efektif.

Biasanya draf penilaian sementara juga dibuat memakai teknologi modern, seperti software pengolah kata atau angka. Namun jika kesulitan, cobalah memakai aplikasi Excel sederhana untuk menilai kinerja karyawan.

Dengan demikian, Anda hanya perlu memasukkan data untuk memperoleh penilaian yang objektif sesuai setting yang tersedia. Tada, draf penilaian sementara menjadi sempurna.

Mencoba Diskusi dengan Atasan sebelum Memutuskan Sesuatu

Mungkin Anda bertanya mengenai siapa yang menilai kinerja karyawan. Biasanya dalam sebuah usaha, penilaian dilakukan pemilik usaha atau memberi wewenang pada HRD (Human Resource Department).

Oleh karena itu jika Anda mempunyai atasan, sebaiknya mencoba berdiskusi sebelum memberi penilaian secara final. Hal ini untuk memperoleh keputusan yang fair dan objektif.

Selain itu, Anda pun mempunyai kesempatan untuk memperoleh nilai tambahan, sebab melibatkan atasan sebelum mengambil keputusan. Akan tetapi, Anda tetap harus pintar-pintar memahami kondisi dan situasi.

Soalnya ada kalanya keputusan diambil sepihak sesuai wewenang yang dilimpahkan. Pokoknya jangan sampai tugas menilai kinerja karyawan malah membebani atasan karena Anda kerap meminta pendapatnya, ya.

Meluangkan Waktu untuk Membuat Pertemuan dengan Karyawan

Next, setelah memperoleh penilaian final, baik diskusi dengan atasan atau tidak, Anda disarankan meluangkan waktu untuk membuat pertemuan bersama karyawan. Hal ini untuk meningkatkan loyalitas dan meningkatkan kualitas komunikasi.

Selain itu, Anda akan dinilai mempunyai kepribadian yang baik dengan menghargai karyawan, khususnya untuk membahas penilaian secara berkala. Kemudian, komunikasi dapat berjalan sesuai harapan.

Oleh karena itu, cobalah memilih waktu pertemuan yang tepat, apalagi jika Anda mempertemukan karyawan dalam waktu yang sama. Namun, jika menginginkan komunikasi yang intens dan dalam, cobalah menemui mereka satu per satu.

Dengan demikian, selain merasa dihargai, karyawan dapat semakin termotivasi karena cara menilai kinerja karyawan yang dinilai efektif. Pada akhirnya, perusahaan kembali memperoleh keuntungan, sebab mendapat kepercayaan karyawan.

Memberikan Hasil Penilaian dengan Hormat

Ingat, salah satu aspek yang memengaruhi produktivitas adalah cara atasan memperlakukan mereka. Oleh karena itu, Anda disarankan memberikan hasil penilaian secara hormat, baik untuk penilaian positif atau negatif dalam pertemuan yang dibuat.

Kemudian, beri waktu untuk mempelajari hasil penilaian sebelum memulai diskusi, baik terbuka atau tertutup. Pokoknya, pastikan karyawan merasa nyaman.

Dengan demikian, semua orang merasa dihargai. Anda juga dapat membuat image yang positif sebagai pemilik usaha. Alhasil, loyalitas karyawan semakin meningkat.

Dampaknya produktivitas bertambah dan perusahaan memperoleh berbagai keuntungan. Oleh karena itu, perlakukan karyawan layaknya keluarga yang membantu untuk mencapai posisi puncak, ya.

Mendiskusikan Penilaian Bersama-Sama untuk Solusi Terbaik

Tahukah Anda dengan diskusi, Anda bisa membahas mengenai kekurangan dan kelebihan perihal kinerja karyawan selama ini? Ingat ya, diskusi bukan untuk mengubah penilaian, tetapi untuk memperbaiki kekurangan.

Diskusi juga dipakai untuk menemukan solusi terbaik, khususnya untuk meningkatkan produktivitas. Oleh karena itu, sama-sama meluangkan waktu untuk hal ini disarankan demi kebaikan bersama.

Selain itu, diskusi berarti pertemuan untuk bertukar pikiran. Dengan demikian, Anda harus memberi kesempatan pada karyawan untuk mengungkapkan pendapat atau tanggapan mereka.

Dengarkan baik-baik dan jangan sekali-kali menyanggah sebelum karyawan selesai bicara. Tujuannya, agar perusahaan memperoleh masukan-masukan yang membangun. Diskusi juga memberi kesan bahwa penilaian bersifat fair dan objektif.

Transparansi Rencana Pengembangan

Sebagai pemilik usaha, Anda tentu tidak menginginkan kualitas sumber daya manusia minimal. Oleh karena itu, Anda perlu memberi transparansi rencana pengembangan untuk mendorong produktivitas dari tahun ke tahun.

Sebenarnya, hal ini termasuk cara menilai kinerja karyawan yang terakhir. Soalnya, Anda dapat mengetahui apakah karyawan mempunyai kemauan menjadi lebih baik.

Anda juga dapat melakukan penilaian pada rencana pengembangan yang disusun. Seandainya karyawan tetap menunjukkan hasil penilaian yang negatif, artinya karyawan mempunyai motivasi yang rendah.

Oleh karena itu, Anda perlu mengajak diskusi sekali lagi untuk mencari solusi terbaik. Jangan lupa melibatkan software penilaian kinerja karyawan untuk mempermudah pekerjaan, ya.

Demikian, cara penilaian kinerja karyawan yang efektif. Untuk meringankan pekerjaan, disarankan memakai software atau aplikasi Excel sederhana untuk menilai kinerja karyawan.

Namun, sebelum itu, cobalah menyusun tujuan kinerja yang jelas sesuai kesepakatan dan jabatan. Anda juga harus mempunyai sistem penilaian yang terstruktur, ya.

Alhasil, penilaian kinerja yang dilakukan berkala akan menunjang perkembangan perusahaan. Dengan demikian, target dapat dicapai sesuai rencana.

Jangan lupa memberi bonus pada karyawan dengan penilaian terbaik. Oleh karena itu, sikap tegas dan wibawa pemilik usaha sangat  dibutuhkan dalam cara menilai kinerja karyawan.

About Isnainy Nasrullah

Praktisi bisnis online, web developer, dan partner UKM - Go Digital . Membantu Anda untuk skema digital marketing dan menyenangi simple manajemen di UMKM. WA : 0812-23290202

View all posts by Isnainy Nasrullah →