Mohd Azwan ( Wak Doyok ) – Mantan Buruh Kasar yang Sukses

Kisah Wak Doyok

Mohd Azwan Md Nor ( 23 November 1979 ) atau yang lebih dikenal dengan nama Wak Doyok adalah pengusaha pemilik Krim Wak Doyok yang memiliki khasiat menumbuhkan dan menebalkan brewok, kumis, alis dan rambut. Wak Doyok juga menjadi trend setter dan ikon fashion di kalangan pria dunia. Untuk mencapai masa tenarnya saat ini bukanlah hal yang mudah bagi pria kelahiran Klang, Slangor, Malaysia ini.

Wak Doyok yang menjadi sorotan ini ternyata dulunya bekerja sebagai buruh kasar atau yang biasa disebut kuli, sempat membayangkan betapa tidak jelasnnya masa depannya pada waktu itu.

Disaat menjadi buruh kasar, Wak Doyok mengalami masa – masa sulit. Dia sempat tidak tidur selama 3 hari berturut – turut karena tuntutan pekerjaan dan harus bekerja. Namun besarnya tenaga yang ia keluarkan tidak sebanding dengan upah yang ia dapatkan, bahkan pernah tidak dibayar sama sekali.

Sampai akhirnya dia Wak Doyok di PHK dari pekerjaannya kemudian bekerja sebagai pengangkut barang ( tahun 2008 ). Namun tak lama kemudian ia harus berhenti karena habis masa berlaku kontrak.

Asal Usul Panggilan Wak Doyok

Ketika Azwan bekerja menjadi kuli, panggilan Doyok itu muncul. Alasannya karena pada waktu itu tubuh Azwan terbilang kurus dan mirip dengan pelawak asal Indonesia, Doyok. Yang dikabari bahwa pelawak Doyok dan Kadir sempat terkenal pada tahun 1980 sampai 1990 an. Dan untuk asal usul panggilan Wak, karena Wak adalah nama lelaki di Malaysia. Dengan alasan itulah panggilan Wak Doyok dibuat.

Bangkitnya Wak Doyok

Pada tahun 2008 setelah di berhentikan jadi pengankut barang, Wak Doyok sempat menjadi menjadi pengangguran. Karena menjadi pengguran dan tidak adanya pemasukan sepeda motor miliknya ditarik karena tidak bisa membayar biaya cicilan tiap bulannya. Tak tahan dengan kondisinya pada saat itu, Wak Doyok mencoba melamar pekerjaan di Butik Ben Sherman yang jaraknya 5 km dari tempat tinggalnya.

Dengan wajah penuh jambang dan tampilan apa adanya Wak Doyok melamar pekerjaan di Butik asal inggris tersebut. Namun karena penampilannya tidak cocok lamarannya ditolak. Lantas ia kembali bekerja sebagai kuli dan mengumpulkan uang untuk merubah penampilannya. Wak Doyok tidak menyerah untuk melamar di Butik Ben Sherman karena ia menyatakan sudah tertarik dengan dunia fashion.

Akhirnya usaha kerja keras Wak Doyok pun terbayar, di lamaran kedua ke Ben Shermen Wak Doyok diterima dan dipekerjakan disana dengan gaji 1200 ringgit Malaysia. Saat bekerja di butik ia masih menumbuhkan jambang di wajahnya. Pada awalnya ia merasa tidak percaya diri namun tanggapan orang lain tentang jambang berbeda dengan nya, ia justru mendapatkan banyak pujian karena jambangnya. Sejak saat itulah ia mulai percaya diri and mulai merawat dan merapikan jambangnya.

Krim “Wak Doyok”

Krim Wak Doyok penumbuh jambang

Dengan seringnya Wak Doyok merawat jambangnya, ia membutuhkan produk perawatan untuk jambang dan kumisnya. Produk perawatan untuk jambang ia dapatkan dari temannya yang berada di Singapura. Produk – produk yang ia gunakan itu sangat sulit ditemui karena asal produk dari benua Eropa. Disitulah ia memiliki ide untuk membuat produk perawatannya sendiri.

Di Malaysia Wak Doyok sempat ditolak keberadaannya oleh anak muda disana. Karena gaya berbusananya termasuk gaya baru dan merupakan minoritas. Produk perawatannya ditolak karena tidak cocok dengan budaya di Malaysia. Karena itu ia menerima ejekan dan cemoohan, bahkan di dunia maya ia di sindir dengan munculnya #wakdogol #seranggaperosak.

Wak Doyok tidak merasa terpuruk dengan keadaan itu, malah dia menyadari bahwa semakin banyak orang membenci produknya maka akan semakin banyak orang tertarik dan membuat produknya menjadi viral. Disitulah ia kerap dan rajin memposting foto – foto produknya di dunia media sosial. Lambat laun produk perawatan Wak Doyok semakin diminati dan dicari dikalangan anak muda. Nama Wak Doyok pun semakin dikenal dunia, ia bahkan sempat diundang oleh universitas di jerman sebagai penasehat mode.

About Isnainy Nasrullah

Praktisi bisnis online dan spesialis wordpress developer. Membantu klien untuk skema digital marketing dan menyenangi simple manajemen di UKM

View all posts by Isnainy Nasrullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *