5 Cara Menentukan Harga Jual Produk Bagi Reseller Agar Ideal – detikFinance

ADVERTISEMENT
Reseller merupakan salah satu model bisnis yang banyak dilakoni pelaku usaha skala kecil, usaha rumahan, maupun pelaku usaha pemula saat ini. Karena belum memiliki modal memproduksi barang sendiri, pelaku usaha tersebut memilih membuka usaha sebagai reseller.
Mengutip buku Bisnis Online: Strategi dan Peluang Usaha oleh Dicky Nofriansyah dan kawan-kawan, reseller adalah bisnis yang memasarkan produk orang lain atau perusahaan lain menggunakan beberapa media seperti website, blog, dan online marketplace. Konsepnya terlihat mirip dengan dropshipper tetapi memiliki perbedaan mencolok dalam hal pengiriman produk dan penentuan harga.
Dari penjelasan di atas, dapat dilihat bahwa perkembangan teknologi informasi khususnya internet membuat reseller ikut berkembang dan menjamur. Jika kamu ingin membuka usaha tetapi belum punya modal yang cukup untuk memproduksi barang sendiri, maka menjadi reseller merupakan pilihan yang tepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Nah, biasanya harga jual yang ditawarkan reseller lebih tinggi daripada harga jual langsung dari produsen atau supplier. Hal ini karena ada modal-modal lain yang dikeluarkan reseller untuk mendapatkan produk dan menjualnya kembali kepada konsumen.
Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana cara menentukan harga jual produk bagi reseller agar ideal dan tepat serta menguntungkan bagi reseller tersebut serta tidak merugikan konsumen. Simak penjelasan di bawah ini.
Seperti disinggung sedikit di atas, reseller berhak menentukan harga sendiri atas produk yang akan dijual kepada konsumen sesuai keuntungan atau profit yang ingin didapatkan. Berbeda dengan dropshipper yang tidak bisa menentukan harga barang.
Meskipun bisa bebas menentukan harga barang, ada baiknya kita sebagai reseller juga bijak dalam memasang harga. Sebab, reseller produk tersebut bukan hanya kita. Bisa jadi sesama reseller lain memasang harga yang lebih murah sehingga lebih menarik dan menguntungkan bagi konsumen. Untuk menentukan harga suatu produk, reseller dapat menggunakan rumus sebagai berikut.
Harga jual reseller = Harga beli dari supplier + Biaya operasional + Besar laba
Dari rumus di atas dapat dilihat bahwa harga jual reseller sudah tentu lebih tinggi daripada harga jual langsung dari supplier. Meski demikian, banyak konsumen lebih memilih membeli dari reseller karena berbagai faktor, antara lain kedekatan dan kecepatan pengiriman.
Sekarang kita bahas rumus di atas menggunakan contoh. Misalnya kamu membeli produk dari supplier dengan harga satuannya Rp 50.000. Kemudian ada biaya operasional Rp 2.500 dan laba yang diharapkan adalah 10% dari harga satuan yakni Rp 5.000.
Maka harga jual sebagai reseller adalah:
Rp 50.000 + Rp 2.500 + Rp 5.000 = Rp 57.500
Jadi, harga jual sebagai reseller adalah Rp 57.500.
Selanjutnya kita akan membahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi cara menentukan harga jual bagi reseller, yakni biaya operasional, target penjualan, daya beli pasar, harga jual pesaing, dan permintaan produk.
Mengutip artikel Cara Reseller Menentukan Harga Jual oleh B Hartanto di scribd.com, biaya operasional mencakup biaya transportasi atau pengiriman dan biaya packing atau pengemasan produk. Berbeda dengan dropshipper yang langsung mengirimkan barang dari supplier, reseller membeli dulu sejumlah barang untuk kemudian dikirimkan sendiri kepada konsumen.
Selain kedua biaya di atas, kita juga perlu memasukkan biaya komunikasi juga berupa pulsa atau paket data yang diperlukan untuk berkomunikasi dengan konsumen. Biasanya reseller menjual produk melalui platform online marketplace atau layanan pesan instan seperti WhatsApp sehingga sambungan internet mutlak diperlukan.
Hal berikutnya yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan harga produk reseller adalah daya beli masyarakat. Menurut B Hartanto, reseller perlu memperhatikan tujuan penjualan atau cakupan area yang dicapai sebagai reseller. Idealnya reseller memilih cakupan yang tidak terlalu luas, masih dalam satu kota atau beberapa kota di sekitarnya. Hal ini untuk menekan biaya pengiriman.
Penentuan harga juga harus mempertimbangkan daya beli pasar. Pasanglah harga yang masuk akal dan terjangkau bagi target pasar. Mengutip repository.radenintan.ac.id, harga pasar biasanya dipengaruhi oleh daya beli konsumen, reaksi para pesaing, jenis produk, serta elastisitas permintaan dan tingkat keuntungan yang diharapkan perusahaan maupun pelaku usaha.
Seperti dijelaskan di atas, satu hal yang dipertimbangkan konsumen dalam membeli produk reseller adalah harga. Jika konsumen menemukan produk dengan harga yang lebih murah, mereka cenderung memilih produk tersebut. Karena itu, kita juga perlu memperhatikan harga jual pesaing. Jangan sampai terpaut terlalu jauh sementara kualitas produk yang ditawarkan sama.
Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah permintaan produk. Reseller harus memahami apakah produk yang akan ditawarkan tersebut memang dicari dan diminati oleh konsumen. Karena itu, mengutip situs cimbniaga.co.id, reseller perlu memilih produk yang tepat untuk ditawarkan kembali. Pastikan juga kualitas produk layak untuk dijual.
Demikian penjelasan tentang cara menentukan harga jual produk reseller yang ideal. Mudah, bukan? Semoga bermanfaat buat kamu yang ingin jadi reseller, detikers!
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

source

Leave a Reply

Nullam eget felis

Do you want a more direct contact with our team?

Sed blandit libero volutpat sed cras ornare arcu dui. At erat pellentesque adipiscing commodo elit at.

Give your website a boost today!

You can configure the appearance and location of this popup in the Elementor settings.
Enter your email address to receive a free analysis about the health of your website marketing.