Bisnis Anda adalah sejumlah uang yang Anda investasikan dan menunggunya kapan uang itu kembali … dan bertambah

Sebelum kita ngobrol tentang bagaimana Anda juga bisa menjalankan usaha Anda lewat online atau pemasaran di internet   , kali ini kita akan diskusi tentang menghitung balik modal ..

Oh iya sebelumnya , sedikit cerita tentang cara menghitung modal buat Anda yang belum mengetahuinya .. bila Anda sudah tahu , Anda bisa melewati bagian ini :

Langsung ke Rumus Balik Modal ..   

atau bila anda ingin meningkatkan jangkauan  pemasaran Anda, Anda bisa mencobanya menggunakan website

Coba cek link ini mungkin masih ada promo, cek promo web murah ..

Kembali ke balik modal , ….

Secara sederhana , ketika Anda akan memulai usaha Anda pasti akan memperkirakan berapa modal yang tepat yang dibutuhkan untuk usaha yang ada di angan Anda ..

Rumus Menghitung Modal Usaha :

Modal Usaha = Pengadaan Asset + Barang Kulakan + Operasional Bulanan

Modal mudahnya terbagi dalam 3 golongan :

Modal Pengadaan Barang Asset ( Modal Investasi )

Maksudnya , investasi modal pada pengadaan barang untuk kebutuhan jangka panjang.

Misal : beli gedung , sewa gudang , beli alat produksi , dan sebagainya .

Biasanya barang dalam kategori ini punya masa pemakaian lama dan perlu di hitung juga penyusutannya dari waktu ke waktu ( bisa tahunan ) ..

Contoh : 
Anda akan memulai usaha baju dengan membeli alat produksi , berupa : 

Asset Biaya
Mesin Jahit – Butterfly 1.000.000
Subtotal Asset 1.000.000

 

Modal Barang Dagangan( Modal Kerja )

Maksudnya, inilah yang biasa dibilang , barang kulakan atau kalau Anda di bidang produksi merupakan bahan baku yang di olah 

Anda akan menemukan barang ini pada supplier Anda
Contoh : 

Barang Dagangan/ Produksi Biaya
Belanja bahan baku, kain dan benang untuk 20 baju @ Rp 50.000 1.000.000
Subtotal Modal Kerja 1.000.000

 

Modal Operasional Bulanan ( Biaya SDM + Akomodasi )

Operasional adalah konsekuensi dari laba usaha . Modal agar bertambah atau menjadi laba maka perlu ada kegiatan usaha seperti produksi atau berjualan 

Contoh : 

Operasional Biaya
Gaji penjahit 200.000
Listrik + Air 200.000
Konsumsi 100.000
Subtotal Asset : 500.000


Jadi, Modal Usaha Anda =  Rp 1.000.000 + Rp 1.000.000 + Rp 500.000

                                                     = Rp 2.500.000

 

Marketing juga bisa termasuk dalam operasional Anda,

Balik lagi ke modal operasional, jarang sekali bicara bisnis hanya akan di awali dengan satu bulan saja . 
Seringkali uji coba bisnis kecil start dari operasional  3 bulan pertama dulu , namun ini tetaplah opsional sesuai dengan keinginan Anda , sang bisnis ownernya .. 

Misal, modal usaha selama 3 bulan pertama , maka akan dihitung beban operasionalnya saja selama 3 bulan lamanya .  Bahan baku boleh ber variasi .. tetap atau bertambah .. 

Modal Awal 3 Bulan = Rp 1.000.000 + Rp1.000.000 + ( 3 * 500.000 )

                                            =  Rp 3.500.000

nah, itulah cara menghitung modal , semoga membantu … 

Kembali , ke balik modal ….

Menghitung Balik Modal

Manfaat menghitung balik modal

Terus, apa untungnya bicara balik modal ?

Nah, keuntungan analisa balik modal adalah untuk mengetahui kapan usaha Anda mengalami titik impas . 

Sebelum usaha Anda mengalami profit, maka usaha Anda akan melewati masa titik impas dulu dengan biaya – biaya yang sudah Anda keluarkan ..

Kalau tidak mau dikatakan rugi, maka Anda harus lewati titik impas ini 

Ya betul , masa titik impas !

Something serius , sebelum usaha kita profit tiap bulannya ..

Faktor balik modal

Sederhananya , faktor – faktor untuk balik modal usaha Anda adalah  :

  1.  Modal yang Anda tanam
  2. Biaya Tetap bulanannya
  3. Biaya Variabel / biaya produksi per unit barangnya

Sebelum melakukan analisa break even point ( BEP )  kita perlu mengetahui konsep atau pengertian mengenai :

Formulanya adalah sebagai berikut :

\(\text {Total Biaya  = Biaya Tetap + Biaya Variabel }\)

Di mana  :
TC adalah total cost atau total biaya.
 FC ( fix costs )  atau biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah, berapapun produk yang dihasilkan, yang juga dikenal dengan istilah biaya tidak langsung. 

VC (variabel cost) atau Biaya variabel adalah biaya yang berubah – ubah tergantung pada jumlah output yang dihasilkan yang juga disebut dengan biaya langsung (direct costs ). Kalau dagang umumnya disebut  biaya kulakan . Kalau produksi , umumnya berupa biaya bahan baku

 

Rumus Balik Modal Usaha :

Rumus titik impas ( bahasa Jawa : pekpok ) , ada 2 , yakni dalam bentuk jumlah barang dan dalam bentuk rupiah :

\( BEP unit ( items / pcs ) = \frac {Total Biaya Tetap}{ Harga Jual/PCS – Biaya Produksi/PCS }  \)\(BEP rupiah  = \frac {Total Biaya Tetap}{ 1 – \frac{Biaya Variabel/pcs }{Harga Jual/pcs}} \)

Sekilas rumit , namun nanti akan ada simulasinya ..

Dan, balik modal dalam setiap bisnis dapat dikembalikan dalam jangka waktu yang berbeda-beda. Tergantung bagaimana caranya Anda menghitung langkah-langkah dengan benar dan tepat. Bagaimana cara menghitungnya ?

yuk, kita mulai .. menghitung balik modal

 

Contoh kasus balik modal 

Perkiraan Modal 

Misal, modal yang akan Anda tanam sebesar Rp 1.000.000.
Bagaimana cara Anda bisa menumbuhkan modal Anda sehingga bertambah atau menjadi profit ?
Tentu saja dengan berjualan .
Bayangkan Anda akan menjual barang  -apapun itu ,  dan biaya tetap yang direncanakan sebesar Rp 300.000 , saja

 

Perkiraan Pengeluaran Produksi

Lakukan dengan rumus:

HPP atau harga pokok produksi
Misal :
Modal =  1.000.000 ,
perkiraan produksi barang = 20 buah
\(HPP = \frac {Modal}{Jumlah Barang} \\
HPP = \frac {100.000}{20} = 50.000 / buah \)

 

Perhitungan Laba Barang

Laba berapa yang diinginkan =  20%  x HPP
\( Laba = 20\%  \times HPP \\ Laba = 20\%  \times  50.000 = 10.000 \)

Harga jual = 50.000 + 10.000 = 60.000 / buah

 

Perhitungan BEP (Break Event Point)

Jumlah minimal barang yang harus dijual =
\( \text { Jumlah minimal barang yg terjual = }\frac {Total Biaya Tetap}{ Harga Jual/PCS – Biaya Produksi/PCS }  \\ \\
\text { Jumlah minimal barang yg terjual = }\frac {300.000}{ 60.000 – 50.000 } = \frac {300.000}{ 10.000 } \\
\text { Jumlah minimal barang yg terjual = 30 buah }   \\
\)
Jadi , jumlah minimal barang terjual agar impas dengan operasional bulanan Anda adalah sebanyak 30 buah . Untuk mencapai profit usaha Anda harus menjual lebih dari 30 buah

Bagi yang masih pemula, menghitungnya mungkin terasa agak menyulitkan. Namun, jika sudah terbiasa dijamin akan sangat mudah menghitungnya.

Semoga menambah manfaat atau ada opini lain , silahkan .. 🙂

3 Responses

  1. Bang itu gimana caranya harus jual 30 sedangkan modal dan estimasi awal kain hanya memproduksi 20 baju, rugi dong jadinya

    Atau merubah besaran presentasenya untuk mendapatkan nilai impas atau keuntungan

    Pencerahannya bang

    1. betul kalau kurang dari 20 masih rugi jadi harus tetep jual sampe 30 baru sampe bep, atau bisa juga dinaikan margin keuntungannya tapi tetep liat harga pasarannya

  2. loh bukan nya modal 2.500.000 mas ?
    mesin dan biaya biaya lain harus di hitung juga kalau tidak ya abu abu BEP nya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *