Berawal Reseller, Menang Lomba Jadi Modal Berbisnis Ayam Kampung Probiotik – Radar Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR, Seiring perkembangan zaman, tumbuh dan berkembang bisnis hewan ternak. Termasuk dengan turunannya. Salah satu yang sedang diminati yakni bisnis ayam. Banyak cara dan jenis ayam yang dipelihara menjadi usaha. 
Seperti yang dilakukan Kevin Devalentino, memilih bisnis ayam kampung probiotik. Memilih mengembangkan ayam kampung probiotik selain karena berlatar belakang karena melihat serta pernah bekerja dan membantu teman yang berbisnis ayam kampung juga. 
Kevin menjadi reseller selama beberapa bulan mengikuti lomba kewirausahaan di salah satu kementrian dan menjadi pemenang. Hadiah yang didapatkan sejumlah uang. 
Melihat perkembangan bisnis ayam, akhirnya Kevin memberanikan diri untuk melanjutkan usaha ayam kampung tersebut diatas sebagai perusahaan legal bersama pemilik sebelumnya. Modal awal yakni dapat dana hibah dari lomba. 
“Awalnya itu jadi reseller usaha teman SMA, ayam kampung namanya Kampoeng Chicken. Itu sekitar pertengahan tahun 2018. Ikut lomba, menang dapat uang. Uang hadiah lomba yang saya jadikan modal,” terang Kevin kepada Radar Bogor, saat ditemui disalah satu cabang di Yasmin. 
Tidak langsung seperti sekarang ini, diawal mengembangkan bisnis, Kevin bersama team melakukan safari dengan mendaki gunung melewati lembah untuk keliling belajar dan terus belajar dari peternak-peternak ayam kampung yang ada di Bogor. 
Baca juga: Harga Jual Ayam Anjlok, Peternak Terancam Gulung Tikar
Hal tersebut terus dilakukan untuk mencari tahu bagaimana cara mereka beternak ayam kampung, termasuk apa saja tantangan dan kendala yang dihadapi. 
Didampingi team, Kevin juga menuturkan dengan bertemu peternak lain untuk belajar bagaimana cara menawarkan kepada konsumen. 
“Belajar bagaimana berjualan. Kami mulai dari orang terdekat yang akhirnya dibantu juga oleh word of mouth Ibu-Ibu konsumen dan Instagram,” ungkap Kevin sambil tersenyum lebar.
Di awal memulai usaha, ayam yang dipelihara sekitar 100 ekor sebulan dengan kapasitas kandang seadanya. Terus berkembang, sekarang sudah melayani lebih dari 2.000 ekor tiap bulan untuk pelanggan di Jabodetabek dan Medan. 
Sampai saat ini hanya menyediakan jenis ayam kampung asli (bukan pejantan, ulu, joper, dan lainnya). Hanya yang diternak alami semi – umbaran tanpa diberikan Anti Growth-Hormon Promoter (AGP) namun diberikan asupan jamu herbal rempah-rempah dan probiotik bakteri sehat. 
Dengan cara tersebut, aman dikonsumsi balita dan orang tua yang memang mayoritas konsumen. Produk ayam kampung probiotiknya tersedia, selain mentah baik itu bentuk utuh, potong, parting, setengah ekor, fillet, giling, drumstick), tersedia olahan siap masak. Seperti ayam ungkep, bakar madu, bakar rujak.
Ada juga varian lain, seperti telur, ati ampela, ceker dan tulang. Semua produk sudah dikemas vakum food-grade hingga higienis dan bersih. Serta sudah tersertifikasi halal aman dikonsumsi. 
Penjualan dibagi dua yaitu retail dan B2B horeka. Seluruh penjualan dilakukan secara online dengan toko cabang pengiriman di Bogor, Ciledug, Bekasi, Depok dan Medan. Dengan online melalui e-commerce atau media sosial. 
Sedangkan penjualan retail, konsumen dapat memesan secara online melalui WhatsApp yang dilayani secara personal, atau bisa juga pesan melalui Tokopedia dan Grab Mart dari seluruh toko cabang di Jabodetabek dan Medan. 
“Kami juga melakukan pemasaran melalui Instagram di @kampoeng_chicken,” ucap Kevin. 
Harga jual sangat terjangkau, mulai dari Rp 35 ribu – Rp 80 ribu dan disesuaikan dengan jenis produknya. Kevin optimis akan terus meningkat. Hal ini terlihat, dari data riset pasar, naiknya tren permintaan kebutuhan akan daging ayam serta bahan makanan sehat khususnya di Jabodetabek. Belum ada yang mengeksplor. Ayam kampung ini merupakan jenis ayam lokal asli Indonesia, yang lebih bergizi dan sehat dibanding ayam jenis lain.
Kedepannya, Kampoeng Chicken bisa menjadi perusahaan spesialis ayam kampung favorit pilihan masyarakat dengan memperkenalkan dan menyediakan kebutuhan ayam kampung probiotik sehat secara terjangkau sehingga bisa dinikmati banyak orang. 
Selain itu, Kampoeng Chicken bisa dapat terus berinovasi melahirkan produk baru yang bisa membantu kebutuhan konsumen.
Kevin juga terus banyak belajar untuk  mengembangkan bisnis secara bertahap salah satunya dari komunitas TDA Bogor Raya. Saat ini Kevin sebagai direktur business development, dibantu direktur utama, direktur produksi, dan Komisaris Utama beserta staf 8 orang. (mer)
Editor: Rany

source

Leave a Reply

Nullam eget felis

Do you want a more direct contact with our team?

Sed blandit libero volutpat sed cras ornare arcu dui. At erat pellentesque adipiscing commodo elit at.

Give your website a boost today!

You can configure the appearance and location of this popup in the Elementor settings.
Enter your email address to receive a free analysis about the health of your website marketing.