Berkas Reseller Jihan P21 – Radar Bojonegoro

Perkara Investasi Bodong di Lamongan
LAMONGAN, Radar Lamongan – Satu lagi berkas perkara tersangka reseller investasi bodong ditetapkan P21. Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan, Agung Rokhianwan, berkas lengkap itu milik Jihan, 23,  asal Desa/Kecamatan Solokuro.
 
Menurut dia, surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk tambahan berkas sudah dikirim. Tersangka tak mempunyai izin untuk investasi. ‘’Tersangka juga mengakui bahwa dirinya juga tidak memiliki izin dari OJK,’’ imbuhnya.
 
Agung menjelaskan, tersangka sangat koperatif. Berkas yang ada secepatnya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Lamongan untuk jadwal persidangan.
 
Seperti diberitakan, sebelumnya berkas tersangka reseller lainnya, Silvi Arbiyanti, 23, warga Desa Pangkatrejo, Kecamatan Maduran, juga dinyatakan sempurna.
 
Sementara tiga tersangka lainnya, belum P21. Mereka adalah Samudra Zahrotul Bilad, 21, owner investasi asal Desa Tambakploso, Kecamatan Turi. Kemudian Arum Rahmawati, 23, warga Desa Karang, Kecamatan Sekaran; dan Faradiba Noer Laila, 24, asal Kelurahan Sukorejo, Lamongan.
 
‘’Tiga tersangka itu menunggu mendapatkan surat secara tertulis dari OJK bahwa mereka mendapatkan izin atau tidak usahanya tersebut,’’ jelas Agung.
 
Perkara ini, Bilad menawarkan investasi dengan iming –  iming profit yang sangat besar. Dia merekrut reseller untuk membantunya mencarikan member agar ikut investasi yang ditawarkan. Namun, investasi itu akhirnya terbongkar abal – abal.
 
Sebagian uang pengikut investasi ini tak balik. Kasus ini akhirnya juga menyeret empat reseller sebagai tersangka. Kerugian korban ditaksir Rp 1,5 miliar. Barang bukti yang diamankan, handphone Iphone 7, buku rekening tabungan atas nama tersangka, mobil Brio dan Rush, serta satu rumah aset milik tersangka. (mal/yan)
LAMONGAN, Radar Lamongan – Satu lagi berkas perkara tersangka reseller investasi bodong ditetapkan P21. Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan, Agung Rokhianwan, berkas lengkap itu milik Jihan, 23,  asal Desa/Kecamatan Solokuro.
 
Menurut dia, surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk tambahan berkas sudah dikirim. Tersangka tak mempunyai izin untuk investasi. ‘’Tersangka juga mengakui bahwa dirinya juga tidak memiliki izin dari OJK,’’ imbuhnya.
 
Agung menjelaskan, tersangka sangat koperatif. Berkas yang ada secepatnya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Lamongan untuk jadwal persidangan.
 
Seperti diberitakan, sebelumnya berkas tersangka reseller lainnya, Silvi Arbiyanti, 23, warga Desa Pangkatrejo, Kecamatan Maduran, juga dinyatakan sempurna.
 
Sementara tiga tersangka lainnya, belum P21. Mereka adalah Samudra Zahrotul Bilad, 21, owner investasi asal Desa Tambakploso, Kecamatan Turi. Kemudian Arum Rahmawati, 23, warga Desa Karang, Kecamatan Sekaran; dan Faradiba Noer Laila, 24, asal Kelurahan Sukorejo, Lamongan.
 
‘’Tiga tersangka itu menunggu mendapatkan surat secara tertulis dari OJK bahwa mereka mendapatkan izin atau tidak usahanya tersebut,’’ jelas Agung.
 
Perkara ini, Bilad menawarkan investasi dengan iming –  iming profit yang sangat besar. Dia merekrut reseller untuk membantunya mencarikan member agar ikut investasi yang ditawarkan. Namun, investasi itu akhirnya terbongkar abal – abal.
 
Sebagian uang pengikut investasi ini tak balik. Kasus ini akhirnya juga menyeret empat reseller sebagai tersangka. Kerugian korban ditaksir Rp 1,5 miliar. Barang bukti yang diamankan, handphone Iphone 7, buku rekening tabungan atas nama tersangka, mobil Brio dan Rush, serta satu rumah aset milik tersangka. (mal/yan)
PT. Bojonegoro Intermedia Pers Digital
Jl. Ahmad Yani No.39 Bojonegoro
Mobile: 0851 5618 4830 (WA)
Telp: 0353-892000

source

Leave a Reply

Nullam eget felis

Do you want a more direct contact with our team?

Sed blandit libero volutpat sed cras ornare arcu dui. At erat pellentesque adipiscing commodo elit at.

Give your website a boost today!

You can configure the appearance and location of this popup in the Elementor settings.
Enter your email address to receive a free analysis about the health of your website marketing.