Jika memiliki bisnis online dan fisik, tidak dipungkiri jika reseller memiliki peran yang besar. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memahami cara mengelola reseller yang baik dan benar. Pasalnya, reseller dapat memengaruhi pendapatan secara terstruktur, bahkan menaikkan omzet bisnis hingga berkali-kali lipat.

Mengapa Penting Mengelola Reseller

Reseller adalah aset mahal dalam bisnis Anda. Bila reseller Anda kabur , hilang juga aset bisnis Anda

Bahkan bisa dikatakan , membangun reseller akan lebih profitable daripada Anda menjual bijian atau per potong produk atau jasa Anda . Memang butuh proses untuk itu

Orang – orang baru mungkin akan Anda kenal dan ingin bergabung dengan bisnis Anda

Sayangnya, reseller pemula pada umumnya membutuhkan perhatian secara lebih, khususnya agar suplier dapat memperoleh loyalitas. Jika diamati, orang-orang memutuskan menjadi reseller dengan latar belakang yang berbeda, mulai dari coba-coba, mendiversifikasi produk, sampai memiliki tekad yang kuat untuk menjadi reseller profesional.

Akhirnya, jika supplier berhasil meningkatkan loyalitas, maka reseller yang bersangkutan umumnya aktif menjadi seorang agen. Dengan kata lain, reseller diakui memiliki kemampuan menjual produk dengan kuantitas yang tinggi. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mulai menyusun rencana secara terstruktur untuk mengelola reseller.

Oh iya , Anda mungkin ingin tahu juga bagaimana menghitung break event ( balik modal ) dari usaha Anda , di sini caranya :

Jangan Salah Rumus !.. Menghitung Modal dan Balik Modal Usaha Anda

Oke, kita lanjut ke topik ..

Ada Alasan Mengapa Reseller Anda Mau Bergabung dengan Anda

Reseller yang mau bergabung dengan bisnis Anda. Secara global, hanya ada 3 alasan saja :

Bisnis Anda profitable

Karena bisnis Anda dapat mendatangkan income dan profit bagi reseller Anda , ini akan menarik bagi siapapun untuk bergabung

Sistem nya Oke , transaksi mudah

Banyak orang tidak ingin ribet dalam berbisnis sehingga alur yang jelas , skema yang mudah akan membuat reseller Anda merasa mudah untuk menjalankan bisnis dengan Anda

Nyaman berinteraksi dengan Anda

Komunikasi yang nyaman akan membuat orang betah untuk berlama-lama . Silaturahmi yang baik akan mendorong orang untuk berinteraksi dengan baik pula. Orang yang ingin bergabung menjadi reseller Anda tentunya orang yang merasa nyaman saat berkomunikasi dengan Anda

Reseller bergabung dengan bisnis Anda adalah keputusan besar waktu itu sehingga Anda perlu menghargai dan mengelolanya dengan baik

Cara Mengelola Reseller dengan Skema yang Baik

Para pebisnis umumnya tidak hanya memiliki seorang reseller, melainkan puluhan hingga ratusan yang tersebar di seluruh Indonesia. Jadi, aktivitas mengelola reseller tergolong aktivitas yang gampang-gampang susah. Akan tetapi, prinsip pengelolaan reseller pada dasarnya tetap harus memerhatikan beberapa aspek, yang mana akan memengaruhi tingkat loyalitas.

Pertama, Anda dituntut memiliki produk dengan kualitas high level sekaligus menawarkan produk yang dicari banyak orang. Kedua, supplier sebaiknya memiliki komitmen untuk menyediakan kelengkapan produk, terutama untuk resellerreseller mereka. Dalam hal ini cobalah memberi informasi yang jelas, yakni melalui catatan atau customer service fast response.

Sedangkan, berdasarkan terminologi, reseller dapat diartikan sebagai orang-orang yang menjual kembali suatu produk, yakni dari pihak supplier atau produsen untuk mendapat keuntungan dari pelanggan secara langsung. Dengan demikian, reseller bukan bagian dari supplier, sebab reseller dituntut memiliki modal guna membeli dan menyetok produk yang berasal dari suplier tersebut.

Buat Skema Reseller atau Sistem Reseller yang Baik, Mudah dan Profitable

Ketika Anda ingin membangun sistem reseller yang profitable hingga jangka panjang, Anda membutuhkan skema reseller yang memudahkan reseller untuk bertransaksi dengan bisnis Anda

Anda akan menjual peluang bisnis yang profitable bagi reseller Anda . Reseller Anda membutuhkan berkali – kali untung dengan bisnis Anda sehingga dapat bertahan dan merasa nyaman bekerja sama dengan bisnis Anda

Mengadakan Pelatihan Secara Rutin

Cara mengelola reseller yang pertama dengan mengadakan pelatihan secara rutin. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab mayoritas reseller memiliki berbagai alasan untuk menggeluti skema bisnis di bidang ini. Selain itu, reseller umumnya merupakan mata pencaharian sampingan sehingga tidak menuntut orang-orang untuk memiliki keterampilan tertentu.

Akan tetapi, Anda tetap memiliki tanggung jawab guna mengadakan pelatihan secara rutin. Pasalnya, reseller yang mampu menjual produk dengan jumlah besar, juga dapat menawarkan keuntungan terstruktur pada supplier yang bersangkutan. Pada dasarnya, pelatihan memiliki peran penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas, khususnya terhadap produk yang ditawarkan.

Nah, jika kesulitan untuk memberi pelatihan secara langsung, maka gunakan berbagai teknologi komunikasi untuk menunjang hal ini. Misalnya, mengadakan pelatihan di grup Whatsapp, Zoom, Google Meet, dan lain-lain. Intinya, dengan memaksimalkan pelatihan, maka Anda juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan bisnis secara pesat.

Membuka Ruang Konsultasi

Dalam praktiknya, jangan berpikir meninggalkan reseller setelah pelatihan selesai, sebab mereka umumnya akan menemukan berbagai kendala yang layak untuk dikonsultasikan bersama supplier mereka. Oleh karena itu, cobalah membuka sesi konsultasi, khususnya untuk menjawab berbagai permasalahan. Selain itu, sesi konsultasi juga memiliki peran untuk meningkatkan motivasi, lho.

Misalnya, dengan berbagi suka dan duka ketika menjadi seorang penjual secara rutin, memberi tips-tips yang bermanfaat, sampai aktif meluangkan waktu untuk berbagi pengalaman. Dampaknya, reseller akan memiliki hubungan yang baik dengan supplier, termasuk perihal tingkat loyalitas. Dengan demikian, reseller umumnya dapat bekerja secara optimal, sebab berhasil membangun hubungan yang baik.

Selain itu, supplier juga dapat menawarkan aktivitas yang berbeda, seperti mencari barang yang berasal dari sesama reseller. Tujuannya agar reseller dapat saling mengenal dan memperkecil risiko kerugian. Pasalnya, produk dari reseller pertama yang tidak terjual dapat dijual oleh reseller kedua dan seterusnya.

Siapkan Materi Pembinaan Reseller yang Memadai  , Bisa Juga Menggunakan Modul Pembelajaran yang Bertahap

Cara mengelola reseller sebaiknya juga melibatkan modul secara cetak atau digital. Pasalnya, reseller memiliki kemampuan yang beragam untuk memahami sesi pelatihan dan konsultasi. Dalam praktiknya, suplier dapat membuat modul secara pribadi atau memutuskan untuk meminta bantuan jasa marketing profesional.

Secara umum, modul berisi informasi perihal deskripsi produk, terutama tentang fungsi dan peran. Sedangkan, pembagian modul dapat dilakukan dengan berbagai cara. Akan tetapi, umumnya modul dibagikan ketika seseorang mulai mendaftar sebagai reseller. Akan tetapi, hal ini tergantung kebijakan yang Anda ciptakan.

Buat Grup Reseller untuk Memudahkan Komunikasi

Pada umumnya, grup berisi kumpulan reseller, baik untuk mem-broadcast informasi secara efektif sampai memberi ruang untuk berbagi. Dalam praktiknya, grup dapat dibuat di Whatsapp, Telegram, Line, atau media sosial yang lain. Di dalamnya, Anda memiliki peran penting untuk membangun hubungan yang baik.

Jadi, cobalah untuk membuat aturan-aturan tertentu agar grup menjadi terkontrol dan mampu menjalankan fungsinya secara optimal. Dalam prosesnya, grup reseller juga berperan untuk memberi informasi perihal stok produk secara rutin dan berkala. Tujuannya agar reseller dapat melakukan aktivitas jual beli sesuai stok yang ada.

Di sisi lain, supplier juga dituntut untuk memberi berbagai informasi terkini, khususnya berupa informasi tentang produk. Alhasil, reseller dapat meng-upgrade pemahaman dan memiliki kesempatan untuk menemukan pelanggan baru. Dengan demikian, grup reseller merupakan wadah untuk mempermudah komunikasi.

Memberi Reward

Cara mengelola reseller ternyata juga melibatkan reward untuk meningkatkan motivasi. Hal ini tidak hanya berperan untuk reseller yang bersangkutan, tetapi juga reseller lain agar terus memiliki komitmen untuk menjual produk tertentu. Pada umumnya, supplier memberi reward melalui berbagai cara, seperti memberi potongan harga, menawarkan voucher belanja, sampai memberi barang-barang tertentu.

Jadi, tidak heran jika beberapa supplier umumnya menetapkan bonus menarik ketika reseller mampu mencapai target. Meski demikian, reseller tetap memiliki kuasa apakah ingin memenuhi target tersebut atau tidak. Jadi, jangan sampai Anda menuntut reseller memenuhi target secara paksa, sebab reseller pada dasarnya berbeda dengan seorang sales.

Lantas, jika terdapat reward, apakah suplier juga berhak untuk memberi punishment? Sebenarnya, supplier tidak berhak memberi punishment dalam bentuk apa pun, bahkan jika reseller memiliki kualitas yang buruk dalam melayani pelanggan. Akan tetapi, Anda dapat memutuskan hubungan, yakni dengan berhenti menyuplai produk ketika reseller merugikan supplier secara langsung.

 

Penutup

Demikian cara-cara sederhana untuk mengelola reseller. Sampai sekarang, menjadi seorang reseller menawarkan berbagai kelebihan, mulai dari dapat menyetok produk terlebih dahulu, dapat mengetahui kualitas produk yang dijual secara langsung, sampai mampu menentukan harga jual untuk mendapat keuntungan secara optimal.

Hal ini bukan tanpa alasan, sebab supplier umumnya memberi diskon agar reseller tetap berkomitmen untuk menjual produk pada pelanggan. Apalagi, perkembangan teknologi juga mendukung orang-orang untuk menjadi seorang reseller profesional, sebab siapa pun dapat memperoleh keuntungan tanpa batas waktu dan tempat.

Pada akhirnya, membangun tim reseller yang loyal adalah prioritas bagi seorang pebisnis. Pasalnya, reseller memiliki kesempatan untuk menjual dan memperkenalkan suatu produk pada pelanggan secara langsung. Artinya, dengan cara mengelola reseller yang baik dan benar, maka Anda dapat meningkatkan loyalitas. Dampaknya, produk terjual secara optimal.

 

Keyword: Cara mengelola reseller

Meta Deskripsi: Cara mengelola reseller dapat meningkatkan kuantitas penjualan produk untuk mengembangkan suatu usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *