Kisah Matilda Djerf, dari Mantan Pegawai Toko Ikan hingga Sukses Jadi Influencer dan Pengusaha Fashion – beautynesia

Matilda Djerf menyadari bahwa dia ditakdirkan untuk menjadi seorang pebisnis saat masih bekerja di toko ikan. Djerf mengatakan ketika dia masih muda, dia telah berjuang keras untuk mendapatkan pekerjaan di toko ikan. Dia mempersiapkan secara ekstensif untuk hari pertamanya bekerja dan menghabiskan waktu berjam-jam menonton YouTube tentang cara memotong ikan, agar memudahkan dirinya untuk bekerja di toko tersebut.
Namun seiring berjalannya waktu, Djerf menjadi frustrasi dengan apa yang dia lihat sebagai kurangnya inovasi dari orang-orang di atasnya. “Mereka selalu melakukan sesuatu dengan cara tradisional. Setiap kali saya datang dengan ide-ide baru, mereka selalu menolak dengan alasan mereka tidak biasa melakukannya,” kata Djerf.
“Jadi, saya baru sadar kalau ini bukan untuk saya,” lanjutnya. Dia menunjuk awal kariernya sebagai bukti bahwa dia telah memiliki pola pikir wirausaha dan ingin menjadi bos bagi dirinya sendiri. Melansir Insider, berikut kisah lengkapnya.
Kenangan indah tentang masa mudanya yang dihabiskan di toko ikan mungkin mengejutkan beberapa orang, mengingat siapa Djerf saat ini di mana influencer berusia 25 tahun tersebut selalu tampil glamor dan penuh gaya. Tidak hanya itu, Matilda Djerf juga memiliki 2,8 juta followers di Instagram dan 1,3 juta followers di TikTok.
Selama bertahun-tahun, Djerf telah membagikan tutorial menata rambut khasnya di TikTok. Kehadirannya di media sosial dan kemampuannya dalam membuat tren secara bertahap menarik perhatian media yang lebih luas selama bertahun-tahun. Pada bulan September 2022, The Cut memuji Djerf sebagai bagian dari alasan mengapa flat balet kembali bergaya.
Pada bulan Agustus 2022, majalah Elle menggambarkannya sebagai sinonim dengan estetika Scandi, gaya core yang sangat keren. Dengan hal ini, jelas bahwa perempuan yang lahir dan besar di Borås, sebuah kota kecil di Swedia barat, bukanlah seorang influencer biasa.
Ketika pengikut media sosial Djerf meningkat dan dia mendapatkan lebih banyak kesempatan berkolaborasi dengan banyak merek di Swedia, sebuah ide pun muncul di tahun 2019. “Saat itulah saya memberitahu Rasmus bahwa saya ingin membuat sesuatu sendiri dan memiliki kendali penuh,” kata Djerf, berbicara tentang kekasihnya yang sudah dikenal sejak sekolah menengah, Rasmus Johansson.
Saat ini, Djerf merupakan seorang direktur kreatif Djerf Avenue, merek fashion yang dia mulai bersama Johansson. “Itu seperti sebuah taruhan. Kami bisa saja sukses atau bisa juga gagal total.” Ada keraguan awal saat Djerf mulai membangun usahanya, dia dan Johansson tidak memiliki tujuan, harapan, atau bahkan rencana bisnis.
Tujuan awal pasangan itu membuat bisnis adalah untuk mendapatkan uang agar mereka bisa bepergian. “Kami beranggapan jika kami naik ke level ini dalam lima tahun, ini akan menjadi penghasilan sampingan. Dengan uang yang dihasilkan, kami bisa bepergian.”
Djerf mengatakan bahwa dia tidak pernah bisa memprediksi seberapa jauh dia akan pergi, karena itu adalah sebuah pertaruhan. Tapi dengan cepat, Djerf Avenue mulai melebihi harapan mereka. Tiga tahun kemudian, dia dan Johansson dapat dengan aman mengatakan bahwa taruhan mereka terbayar.
Meski tidak mengonfirmasi pendapatannya, kesuksesan Djerf Avenue didokumentasikan dengan baik. Pada tahun 2021, Vogue melaporkan merek tersebut menghasilkan $8 juta penjualan atau sekitar Rp125,6 miliar dan The Tab memperkirakan pendapatannya sekitar $1,15 hingga $5,76 juta atau setara dengan Rp18 miliar hingga Rp90,4 miliar.
Ada banyak usaha yang dilalui Djerf atas pencapaiannya saat ini. Dia mengatakan hari kerjanya bisa sampai 14 jam per hari. Bagi Djerf, prioritas utamanya adalah mengelola 20 karyawannya di Swedia dan 6 karyawan di New York.
“Tidak ada yang memberitahu Anda berapa banyak waktu yang dibutuhkan hanya untuk berbicara dengan semua orang di kantor atau bagaimana menjadi bos yang baik,” katanya. “Menangani orang adalah tugas yang memakan waktu.”
Seiring reputasinya sebagai salah satu influencer kecantikan dan mode paling populer di TikTok, Djerf mengatakan pendekatan etisnya terhadap industri mode tidak berubah. Dia menggunakan kepercayaan moralnya, yang membimbingnya melalui keputusan bisnis.
Dia selalu mengatakan bahwa Djerf Avenue adalah ‘ruang aman’ bagi pelanggannya yang dia sebut sebagai Djerf Angels, tidak peduli bagaimana penampilan mereka. Dia juga mengatakan bahwa model-model Djerf Avenue adalah pelanggan sebenarnya dan tidak ada satu pun foto yang diubah.
“Saya tahu bahwa apa yang saya lakukan sangat baik. Saya tahu bahwa saya duduk di atas begitu banyak pengetahuan dan begitu banyak gairah. Djerf Avenue bisa seperti sekarang ini karena saya adalah bagian besar darinya.”
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

source

Leave a Reply

About Me

Kami adalah perusahaan pemasaran sosial. Kami memiliki lebih dari 10 tahun pengalaman dengan pemasaran digital, seo dan media digital.

Recent Posts

Need to raise your site's score?

We have an ideal solution for your business marketing
Nullam eget felis

Do you want a more direct contact with our team?

Sed blandit libero volutpat sed cras ornare arcu dui. At erat pellentesque adipiscing commodo elit at.

Give your website a boost today!

You can configure the appearance and location of this popup in the Elementor settings.
Enter your email address to receive a free analysis about the health of your website marketing.