Perbedaan Reseller dengan Dropship Beserta Keuntungan dan Kerugiannya – detikFinance

ADVERTISEMENT
Meski terkesan mirip, reseller dan dropship merupakan dua sistem berjualan yang yang berbeda. Masing-masing sistem memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing yang dapat dijadikan pertimbangan untuk memilih sistem mana yang lebih menguntungkan bagi Anda. Penasaran apa saja perbedaannya? Simak artikel berikut ini!
Mengutip Fathul Husnan dan Java Creativity dalam Buku Sakti Membuat Toko Online dengan Blogger, reseller dan dropship memiliki suatu kesamaan, yakni menjual suatu barang tanpa memiliki produk atau barang sendiri.
Reseller terdiri dari dua kata dalam bahasa Inggris, yaitu re yang berarti ulang dan seller yang berarti penjual. Bila digabungkan, reseller memiliki arti orang yang menjual ulang suatu barang. Reseller berarti membeli barang ke supplier atau pemilik barang untuk kemudian dijual kembali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, dropship adalah sistem berjualan yang meminta supplier untuk mengirimkan produknya ke pelanggan dropshipper dengan mengatasnamakan sang dropshipper sebagai pengirimnya.
Ada setidaknya empat hal yang membedakan reseller dan dropship menurut cashlez.com, yaitu:
Sistem dropship pada dasarnya adalah bisnis yang mendukung pemasaran secara online sehingga pelaku bisnis di bidang ini tidak perlu memikirkan tempat untuk menyimpan stok barang jualannya. Jika ada pesanan, dropshipper akan menghubungi supplier dan memintanya untuk mengirimkan barang pesanan ke alamat pelanggan. Sementara itu, reseller menjalankan bisnisnya dengan menjual kembali produk yang dibelinya dari orang lain, baik barang maupun jasa dari distributor.
Ketika menjadi dropshipper, Anda tidak perlu membeli barang dari supplier karena Anda hanya menjadi pihak ketiga antara pembeli dan supplier. Oleh karena itu, hal terpenting bagi seorang dropshipper adalah mencari pelanggan, membantu proses pemesanan, dan memastikan proses pengiriman dilakukan. Berbeda dengan reseller yang membeli barang dari supplier dan mengatur stok barang dalam penjualan.
Karena tidak perlu membeli barang untuk dijual, seorang dropshipper tidak perlu menyiapkan modal. Paling tidak, yang dibutuhkan adalah koneksi internet yang stabil sehingga bisa berkomunikasi dengan lancar. Sementara itu, reseller perlu menyiapkan modal untuk membeli barang yang nantinya akan ia tawarkan kepada pembeli.
Untuk menawarkan produk kepada calon pembeli, seorang reseller bisa melakukannya secara langsung karena ia mengetahui berapa banyak stok yang dimiliki. Namun, seorang dropshipper tidak bisa melakukan hal yang sama karena ia tidak mengetahui berapa banyak stok yang dimiliki supplier. Hal inilah yang menyebabkan dropshipper lebih disarankan untuk mempromosikan produknya melalui media sosial dan pengirim pesan instan.
Baik reseller maupun dropship memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kelebihan dan kekurangan ini dapat dipertimbangkan untuk memilih menjadi reseller atau dropshipper, yaitu:
Setelah mengetahui perbedaan reseller dan dropshipper, penting bagi Anda untuk mengetahui sejumlah tips dalam memulai kedua bisnis ini agar tidak salah langkah. Berikut tips yang bisa diterapkan (fleaxdia.com):
Reseller dan dropship merupakan dua jenis sistem berjualan yang serupa, tapi tak sama. Reseller berarti menjual barang kembali dengan kepemilikan stok, sedangkan dropship berarti meminta supplier untuk mengirimkan produk secara langsung ke pelanggan, tetapi mengatasnamakan sang dropshipper.
Keuntungan menjadi reseller adalah mengetahui stok barang, menjelaskan kondisi barang secara detail, menerima pelanggan secara online dan offline, memungkinkan laba yang lebih besar, dan memungkinkan penekanan harga jual kembali yang lebih besar. Namun, untuk menjadi reseller membutuhkan modal yang lebih banyak, melakukan pengemasan dan pengiriman barang, dan memerlukan tempat penyimpanan barang. Sementara itu, dropshipper merupakan kebalikan total dari reseller.
Untuk menjadi reseller ataupun dropshipper, penting bagi Anda untuk mencari supplier terbaik. Anda juga perlu menganalisis kompetitor agar dapat bersaing secara ketat dan meningkatkan promosi di media sosial.
Itulah penjelasan mengenai reseller dan dropship, mulai dari pengertian, kelebihan dan kekurangan masing-masing sistem penjualan, hingga tipsnya. Semoga artikel ini dapat membantu Anda yang ingin mencoba menjadi reseller ataupun dropship.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

source

Leave a Reply

About Me

Kami adalah perusahaan pemasaran sosial. Kami memiliki lebih dari 10 tahun pengalaman dengan pemasaran digital, seo dan media digital.

Recent Posts

Need to raise your site's score?

We have an ideal solution for your business marketing
Nullam eget felis

Do you want a more direct contact with our team?

Sed blandit libero volutpat sed cras ornare arcu dui. At erat pellentesque adipiscing commodo elit at.

Give your website a boost today!

You can configure the appearance and location of this popup in the Elementor settings.
Enter your email address to receive a free analysis about the health of your website marketing.