Tuntutan Beda Dua Reseller Investasi Bodong – Radar Bojonegoro

Silvi Dituntut 2,5 Tahun, Jihan Dituntut Setahun Delapan Bulan
LAMONGAN, Radar Lamongan – Dua terdakwa kasus investasi bodong, Silviya Arbiyanti, 23, warga Desa Pangkatrejo, Kecamatan Maduran dan Jihan Nadia Natasya, 23, asal Desa Tebluru, Kecamatan Solokuro, menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Lamongan.
 
Dua reseller jaringan investasi abal – abal dengan owner Samudra Zahrotul Bilad itu, berkas dan sidangnya terpisah. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eko Vitiyandono mengatakan, dakwaan Silvi terbukti sama dengan Jihan, yakni alternatif ketiga primer. ‘’Tapi amar tuntutannya beda. Terdakwa dituntut dua tahun enam bulan,’’ ujarnya.
 
Barang bukti dokumen screenshoot bakal digunakan untuk perkara Bilad. ‘’Karena saling berhubungan,’’ imbuhnya.
 
Menurut Eko, posisi Jihan di bawahnya Silvi. Jihan tidak kenal Bilad. ‘’Sedangkan Silvi kenal Bilad,’’ katanya.
 
Hal yang memberatkan, ada empat korban yang melaporkan. ‘’Jumlah kerugiannya Rp 227 juta,’’ ujarnya.
 
Hal yang meringankan, lanjut dia, terdakwa belum pernah dihukum dan menyesali perbuatannya. ‘’Tidak mengulangi perbuatannya dan terdakwa sopan dalam persidangan,’’ tuturnya.
 
Versi dia, penasihat hukum terdakwa meminta  waktu untuk permohonan pembelaan.
 
Pada sidang sebelumnya, JPU Dwi Dara Agustina menuntut Jihan dengan dakwaan kombinasi. Dakwaan yang terbukti, alternatif ketiga primer. ‘’Pasal 378 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 65 ayat (1) KUHP,’’ katanya.
 
Terdakwa dinilai terbukti bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan penipuan secara beberapa kali. ‘’Terdakwa kami tuntut dengan pidana penjara selama satu tahun delapan bulan,’’ ujarnya.
 
Barang bukti tiga buah buku tabungan milik terdakwa dilampirkan dalam berkas perkara. ‘’Sedangkan satu buah iPhone karena masih bernilai ekonomis dirampas untuk negara,’’ katanya.
 
Menurut Dara, atas tuntutan tersebut, terdakwa meminta keringanan hukuman kepada majelis hakim. Alasannya, terdakwa menyesal dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. ‘’Serta terdakwa masih ingin merawat anak yang usia balita 15 bulan,’’ jelasnya.
 
Dara menuturkan, JPU dalam persidangan yang dimpin hakim ketua Maskur Hidayat, didampingi anggota Rais Muhammad Syakrani  dan Satriany Alwi itu, memertimbangkan hal yang meringankan. Yakni, terdakwa selama di persidangan bersifat kooperatif dan mengaku bersalah. ‘’Serta tidak mengulangi perbuatannya,’’ ujarnya.
 
Berita ini masih membutuhkan konfirmasi dari penasihat hukum terdakwa. (sip/yan)
LAMONGAN, Radar Lamongan – Dua terdakwa kasus investasi bodong, Silviya Arbiyanti, 23, warga Desa Pangkatrejo, Kecamatan Maduran dan Jihan Nadia Natasya, 23, asal Desa Tebluru, Kecamatan Solokuro, menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Lamongan.
 
Dua reseller jaringan investasi abal – abal dengan owner Samudra Zahrotul Bilad itu, berkas dan sidangnya terpisah. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eko Vitiyandono mengatakan, dakwaan Silvi terbukti sama dengan Jihan, yakni alternatif ketiga primer. ‘’Tapi amar tuntutannya beda. Terdakwa dituntut dua tahun enam bulan,’’ ujarnya.
 
Barang bukti dokumen screenshoot bakal digunakan untuk perkara Bilad. ‘’Karena saling berhubungan,’’ imbuhnya.
 
Menurut Eko, posisi Jihan di bawahnya Silvi. Jihan tidak kenal Bilad. ‘’Sedangkan Silvi kenal Bilad,’’ katanya.
 
Hal yang memberatkan, ada empat korban yang melaporkan. ‘’Jumlah kerugiannya Rp 227 juta,’’ ujarnya.
 
Hal yang meringankan, lanjut dia, terdakwa belum pernah dihukum dan menyesali perbuatannya. ‘’Tidak mengulangi perbuatannya dan terdakwa sopan dalam persidangan,’’ tuturnya.
 
Versi dia, penasihat hukum terdakwa meminta  waktu untuk permohonan pembelaan.
 
Pada sidang sebelumnya, JPU Dwi Dara Agustina menuntut Jihan dengan dakwaan kombinasi. Dakwaan yang terbukti, alternatif ketiga primer. ‘’Pasal 378 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 65 ayat (1) KUHP,’’ katanya.
 
Terdakwa dinilai terbukti bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan penipuan secara beberapa kali. ‘’Terdakwa kami tuntut dengan pidana penjara selama satu tahun delapan bulan,’’ ujarnya.
 
Barang bukti tiga buah buku tabungan milik terdakwa dilampirkan dalam berkas perkara. ‘’Sedangkan satu buah iPhone karena masih bernilai ekonomis dirampas untuk negara,’’ katanya.
 
Menurut Dara, atas tuntutan tersebut, terdakwa meminta keringanan hukuman kepada majelis hakim. Alasannya, terdakwa menyesal dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. ‘’Serta terdakwa masih ingin merawat anak yang usia balita 15 bulan,’’ jelasnya.
 
Dara menuturkan, JPU dalam persidangan yang dimpin hakim ketua Maskur Hidayat, didampingi anggota Rais Muhammad Syakrani  dan Satriany Alwi itu, memertimbangkan hal yang meringankan. Yakni, terdakwa selama di persidangan bersifat kooperatif dan mengaku bersalah. ‘’Serta tidak mengulangi perbuatannya,’’ ujarnya.
 
Berita ini masih membutuhkan konfirmasi dari penasihat hukum terdakwa. (sip/yan)
PT. Bojonegoro Intermedia Pers Digital
Jl. Ahmad Yani No.39 Bojonegoro
Mobile: 0851 5618 4830 (WA)
Telp: 0353-892000

source

Leave a Reply

Nullam eget felis

Do you want a more direct contact with our team?

Sed blandit libero volutpat sed cras ornare arcu dui. At erat pellentesque adipiscing commodo elit at.

Give your website a boost today!

You can configure the appearance and location of this popup in the Elementor settings.
Enter your email address to receive a free analysis about the health of your website marketing.